Image

It was just 2 moths ago that I woke up at The Westin, watching sunrise over the porch and rushed into the beach…

Saat ini saya dengan letih menulis blog di atas tempat tidur rumah saya di Bogor, setelah menempuh perjalanan dengan bus Cipaganti, yang dengan buru-buru dan mepet berhasil saya kejar berkat pertolongan pak Didin ojek langganan. Emang paling luv dia.

Eh mau cerita dong, saya capek sekali deh. Dua bulan ini berjalan zuper fast tiba-tiba udah mau November aja… Sebenernya kesibukan saya semester ini lebih banyak sibuk kuliah, taking extra credit in such final year is not as easy as I might expect. Ternyata taun terakhir masih aja ada kegiatan gitu loh. Kegiatan yang saya tekuni semester ini nggak se-intense 3 semester belakangan sih, tapi tetep aja menguras pikiran, waktu, dan tenaga gitu. Dan kalo semester-semester lalu saya masih ngoyo.com banget sekarang saya tuh lagi live-in-serenity.com banget pengennya. Jadi sebisa mungkin menyempatkan waktu untuk diri sendiri dan orang lain. Sekarang kalo sehari gak bisa punya me-time aja udah stress dan menuntut.

Dengan waktu yang tidak banyak, yaitu beberapa bulan lagi sebelum kelulusan, memang banyak yang harus saya lakukan dan penuhi supaya fully armed for dunia kerja tapi juga seizing the moments and opportunities as mahasiswa, specifically mahasiswa ITB. Banyak mau ya. Emang. (kemudian ngomong sendiri). Yah well kalo inget tujuan itu emang gak bisa ngeluh siih, salah sendiri kuliah cuma 3 tahun. Tapi ya lagi capek aja, bahkan siklus mestruasi saya lebih cepat satu minggu. Jadi baru aja beberapa minggu lalu capek PMS, skrg here we go again. Capek ga sih jadi perempuan? Selain itu, berat badan saya turun 2 kilo, aneh sekali padahal gak pernah saya skip 3 waktu makan, dan gak pernah saya ngurangin porsi makan, dan secara rutin minum susu pasteurisasi yang notabene lemaknya lebih banyak. Fix ini efek capek dan stress. Batuk dan panas dalam juga belum sembuh setelah beberapa minggu, belum sempat ke dokter dan gak mau beli antibiotik tanpa resep.

Setiap kali mau tidur, besok paginya bangun dengan pikiran pikiran “apa saja yang harus saya lakukan, siapa saja orang yang harus saya temui, janji apa saja yang harus saya penuhi”. Bikin gak semangat. Senangnya, setiap hari saya selalu bisa menyempatkan untuk menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat saya. Which is always the best part of the day. Jadi merasa re-charge gitu loh. Se nggak penting apapun ngobrolnya selalu berhasil membuat mood saya naik. Faith in Nadia’s capability of human interaction and relationship, restored! Wkwk. ” Naad, lagi nganggur gakk?” is the cutest line of daily conversation, makes you feel that you are needed and somebody is paying attention to you, meskipun lo sesibuk-nyebelin apa.

ADUH JADI TERHARU. Merasa bersyukur orang seperti saya masih dikelilingi dengan orang-orang yang mau baik, lively, kocak, dan perhatian. :’).

Whoa…writing blogs actually made me feeling a lot better now….dan lumayan mengumpulkan semangat untuk mengerjakan tugas keesokan hari :). I’m longing for the days when I get to stroll on Kuta, watching tourists passed by while sipping juicy lemonade at Bubba Gump. Or the days when I walked on Ubud, watching local people dressed up in Kebaya preparing for Kuningan Ceremony. And the gelatos !

Image

Advertisements